Bukan berarti kami lemah karena kami malas atau bodoh. Orde Baru yang menjadikan kami, orang-orang di kampung, bapak-ibu jutaan anak, para petani tanpa tanah, nelayan tak berperahu, buruh, guru dan banyak di antara kami tak merdeka secara finansial, psikis dan cita-cita. Kami juga sering lemah dalam mengupayakan kesederhanaan sekalipun.

Ada masa kami, para korban orba bersabar, sampai sekarang pun sama. Perjuangan belum pernah selesai. Next Round begining. Pada akhirnya, para korban sendiri yang menentukan nasibnya. Menentukan sendiri pemimpinnya dan akan mengibarkan bendera pusakanya di puncak-puncak, bendera revolusi untuk sahabat.